my second internship

Beberapa hari setelah magangku di

Janssen

Pharmaceutical

 

Johnson & Johnson

Research & Development

Center

selesai, minggu lalu aku langsung terjun ke lapangan untuk magang ku
yang kedua. Jika magang pertamaku aku berkutat dengan data dengan semua
fasilitas yang sangat memadai , magangku yg kedua berbeda jauh. Dari perkerjaan KANTORAN aku terjun langsung ke perkerjaan KASAR di farm…sebagai buruh tani…he2… 

Yah memang akhir summer  merupakan waktu panen untuk peer, apel, strawbery dan buah buahan lainnya. JOB DESC ku simple dan mudah, memetik peer…dengan bayaran sekitar 6-7 euro per jam.

   

 Aku
harus berangkat dari rumah jam 6 pagi dan karena farm tidak bisa
dijangkau oleh bis, aku di jemput oleh sang pemilik farm di halte
terdekat..eit jangan salah duga kalo aku di jemput pakai gerobak atau
traktor, BMW (betulan, bukan bemo merah warnanya) merupakan jemputanku
untuk ke ladang he2..hebat memang petani disini.

 

Pekerjaan di mulai jam tujuh pagi ditemani dengan dingin yang menusuk..dan air dingin yang perlahan merembes ke dalam sepatuku

 

Pada
awalnya memang mengasikkan berhadapan dengan pohon peer dengan buah
yang ramai bergelantungan…namun lama kelamaan kelelalahan pun datang

 

Karena kita harus memetik pir dan memasukkannya ke dalam keranjang yang kita gendong, berat keranjang tsb dalam kondisi full  terisi
pir sekitar 12-15 kg. Setelah full kita bawa ke peti yang berjarak
kira2 5-7 meter dan meletakkan hasil petikan kita. Satu buah peti jika
terisi full berbobot sekitar 500 kg. Dalam satu hari dengan pekerja 3-4
org tiap ladang bisa menghasilkan 12-15 peti yang artinya sekitar 6-7
ton sehari dan itu hasil petik dan angka mengankat kita he2..

 

Dalam memetik pir ada teknik sendiri karena ujung batang pir tersebut tidak boleh  tercabut.
Pir di petik harus dalan keadaan prima. Tidak bonyok, terkelupas atau
busuk. Jika kriteria tsb tidak terpenuhi sedikit saja..harus di buang
..mungkin bagi kita kadang masih layak makan he2…Hal tersebut untuk
menjaga kualitas. Karena jika ada satu pir yang kurang bagus akan
mempengaruhi pir yang liannya.

 

Kita bekerja selama 8 jam sehari kadang lebih dengan 30 menit lunch time..

 

Hari
hari pertama sangat berat untung ada ahli pijat pribadi yang aku
datangkan langsung dr indo sehingga kepenatan dan pegal2 bisa sedikit
hilang he2…

 

Si
pemilik farm serta keluarganya pun ikut memetik dengan datang ke ladang
menggunakan mobil2 yang kalau di indonesia sudah dibilang mewah…

   

Hebatnya
sistem disini meski ketika panen pir tiba, harga pir masih tetap
stabil..tak ada perubahan seperti ketika bukan masa panen.
Ini karena sistem penyimpanan mereka yang baik. Berbeda dengan

indonesia

yang ketika panen, spt rambutan

duren

(pengen nih) harga2 turun tajam …aku ingat bbrp tahun lalu ketika panen
bawang di brebes, bawang seperti tiada artinya sehingga oleh para
petani dibuang ..ehm kapan yah

Indonesia

bisa berkembang?

One Response to “my second internship”

  1. eliza Says:

    Metik pir masih lebih manusiawi daripada metik strawbery, hihihi

Leave a Reply